Warga Neglasari Tolak Digusur

April 13, 2010 at 8:37 am Leave a comment

Warga Tolak Rumahnya Digusur

Tangerang – Ratusan rumah warga keturunan Tionghoa atau biasa dikenal China Benteng yang bemukim sejak tahun 1830 di Kampung Lebak Wangi, Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, akan digusur hari ini (Selasa (13/4) .

Penggusuran itu dikarenakan keinginan pemerintah daerah menghijaukan bantaran Sungai Cisadane yang kini berdiri rumah warga.

Edi Lim Kheng Chie (34), warga Lebak Wangi, mengatakan, Pemkot Tangerang berencana melakukan penghijauan di bantaran Sungai Cisadane sepanjang 10 hektar yang ditempati 2.500 warga keturunan Tionghoa dan warga pribumi di Kampung Lebak Wangi, Kelurahan Mekarsari Rt 01 Rw 01 hingga Rw 03.


Rencana pengusuran itu telah disampaikan kepada warga sekitar enam bulan lalu. Namun hingga kini warga tetap menolak rumahnya digusur. Warga beserta puluhan anak kecil akhirnya menggelar aksi penolakan Senin (12/4) pagi, dengan membentangkan sejumlah spanduk. “Di sini sekitar 70 persen warga keturunan China Benteng dan 30 persen adalah warga pribumi. Kita sudah bersatu sejak dulu dan menolak pengusuran,” kata Edi.
Edi menegaskan, ratusan warga Tionghoa dan pribumi sejak 1830 telah bermukim di kampung Lebak Wangi, Mekarsari, secara turun temurun membangun rumah petak di lahan seluas 10 hektar tepatnya di bantaran sungai Cisadane.
Mereka tinggal di situ sebelum pintu air Cisadane dibangun tahun 1928. Di kampung itu terdapat dua sekolah gratis yang terancam digusur, tak terkecuali bangunan tempat ibadah Vihara Mahabodhi.
Pengusuran ini karena sebanyak 350 KK itu belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hal itu membuat pemerintah daerah berkeinginan melakukan pengusuran karena lahan yang ditempati selama puluhan tahun itu dianggap illegal.
Sementara Abu Bakar (46), warga Mekarsari Rt 01 Rw 10, menyatakan, warga akan bernegosiasi dengan pemerintah daerah sebelum pengusuran dilakukan. Ia mengaku akan melawan jika pemkot berserikeras menggusur rumah warga.
Terpisah, Camat Neglasari Habibullah menjelaskan, sudah hampir lebih dari 30 tahun warga bertempat tinggal di bantaran sungai Cisadane. Sejatinya, 50 meter dari bantaran sungai dilarang membangun rumah, namun kenyataannya tidak demikian.
Dia menjelaskan, Pemkot Tangerang sudah memberitahukan rencana pengusuran enam bulan lalu melalui surat edaran. “Rumah ratusan warga belum memiliki IMB. Kalau tidak hari Selasa (11/4), Rabu besok (hari ini) rumah warga Mekarsari akan digusur,”kata Habibullah. (mg-06)

Entry filed under: Berita Banten, Tangerang. Tags: .

Puluhan Imigran Gelap Kabur Pengangguran Banten Tertinggi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Profile

lindawatisay

lindawatisay

Warga Malingping, Lebak Banten

View Full Profile →

Blog Stats

  • 61,197 hits

Hours & Info

Lunch: 11am - 2pm
Dinner: M-Th 5pm - 11pm, Fri-Sat:5pm - 1am

Flickr Photos

2016 Lake Yamanaka winter Fuji

Butterfly

Aurora Borealis at Jökulsárlón

More Photos

%d bloggers like this: